ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC)

ARC

ARC

Activity Relationship Chart atau Peta Hubungan Kerja kegiatan adalah aktifitas atau kegiatan antara masing-masing bagian yang menggambarkan penting tidaknya kedekatan ruangan. Dalam suatu organisasi pabrik harus ada hubungan yang terikat antara suatu kegiatan dengan kegiatan lainnya yang dianggap penting dan selalu berdekatan demi kelancaran aktifitasnya. Oleh karena itu dibuatlah suatu peta hubungan aktifitas, dimana akan dapat diketahui bagaimana hunbungan yang terjadi dan harus dipenuhi sesuai dengan tugas-tugas dan hubungan yang mendukung.

2. TUJUAN

Secara umum Peta Hubungan Kegiatan dapat didefinisikan sebagai berikut, yaitu teknik ideal untuk merencanakan keterakitan antara setiap kelompok kegiatan yang saling berkaitan. ARC ini akan berhubungan dengan struktur organisasi dan tabel-tabel perjitungan Luas Lantai.

Tujuan utama ARC adalah agar dapat diketahui hubungan kedekatan dari setiap kelompok kegiatan dalam hal ini organisasi pabrik.
Read more of this post

KONSEP TEMPLATE PT.SUPERTINO

Woow, setelah melewati banyak tugas, akhirnya sampai juga Perusahaan ini kepada pembuatan template, padahal baru jadi konsep doang ..

dengan bangga, PT supertino (Jesse & Imran) menampilkan konsep dari templat yang akan dibuat.. hhehehe :

check this out..

Konsep Template PT. Supertino -engineering consultant-

ANALISA KEBUTUHAN LUAS LANTAI (AKLL)

I.             PENGERTIAN

Luas Lantai

Satu tahapan yang juga dilakukan guna keperluan perencanaan pabrik adalah perhitungan kebutuhan luas lantai. Adapun pengertian luas lantai adalah perhitungan luas lantai yang akan dipergunakan untuk menentukan luas lantai kantor dan pabrik.

 

Kebutuhan luas lantai ini di bagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

 

  1. luas lantai produksi

contoh : Fabrikasi, Assembling,dll

  1. luas lantai Receiving
  2. luas lantai Storage

contoh : storage bahan baku

  1. luas lantai Warehouse
  2. luas lantai Shipping
  3. luas lantai pelayanan produksi

contoh : ruang Supervisor, power house, dll

 

Read more of this post

KONSEP PERANCANGAN FASILITAS KERJA

Perancangan tempat kerja pada dasarnya merupakan suatu aplikasi data antropometri, tetapi masih memerlukan dimensi fungsional yang tidak terdapat pada data statis. Dimensi-dimensi tersebut lebih baik diperoleh dengan cara pengukuran langsung dari pada data statis. Misalnya, gerakan menjangkau, mengambil sesuatu, mengoperasikan suatu alat adalah suatu hal yang sukar untuk didefinisikan. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomi dalam memerlukan interaksi manusia.

 Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal :

  1. Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dll).
  2. Perancangan peralatan kerja seperti mesin, tools, dsb.
  3. Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, meja komputer, closed duduk, dsb.
  4. Perancangan lingkungan kerja fisik.    

 
Dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa data antropometri akan menentukan bentuk, ukuran dan dimensi yang tepat yang berkaitan dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan mengoperasikan atau menggunakan produk tesebut. Dalam kaitan ini maka perancang produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangannya tersebut. Secara umum sekurang-kurangnya 90%-95% dari populasi yang menjadi target dalam kelompok pemakai suatu produk haruslah mampu menggunakannya dengan selayaknya. Pada dasarnya perawatan kerja yang dibuat dengan mengambil referensi dimensi tubuh tertentu jarang sekali bisa mengakomodasikan seluruh range ukuran tubuh dari populasi yamg akan memakainya. Kemampuan penyesuaian (adjustability) Suatu produk merupakan satu prasyarat yang amat penting dalam proses perancangannya terutama untuk produk-produk yang berorientasi ekspor. Agar rancangan suatu produk nantinya bisa sesuai dengan ukuran tubuh manusia yang akan mengoperasikannya, maka prinsip-prinsip apa yang harus diambil didalam aplikasi data antropometri tersebut harus ditetapkan terlebih dahulu seperti diuraikan sebagai berikut :
Read more of this post

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA (AKTK)

sumber gambar : wikiberita.net/sebutan-tki-diganti-tenaga-kerja-luar-negeri.html

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA

A. PENDAHULUAN

Perhitungan jumlah karyawan suatu perusahaan akan lebih efisien apabila dalam perusahaan sudah terdapat suatu struktur organisasi yang akan menunjukkan kebutuhan jumlah karyawan / tenaga kerja yang akan menjalankan produksi.

Manusia adalah sumber daya yang sangat berperan dalam suatu perusahaan, karena yang menentukan mantap tidaknya atau maju mundurnya suatu perusahaan dipengaruhi oleh keadaan manusia didalamnya.

Namun dalam kenyataannya tidak mungkin setiap organisasi orang-orangnya memiliki kemampuan yang sama. Maka hal ini menimbulkan perbedaan jabatan dalam suatu perusahaan. Sehubungan dengan kebutuhan dan tempat yang ada sangat dibatasi.

Setiap perusahaan yang menjalani produktivitas memerlukan para pekerja/karyawan yang terampil di bidangnya dan membutuhkan jumlah pekerja atau karyawan yang sesuai. Jumlah karyawan akan menentukan tingkat koefisien dari waktu, ruang, dan dana. Sehingga dalam menentukan jumlah tenaga kerja/karyawan yang ideal perlu di perhitungkan/di perhatikan hal – hal tersebut di atas.

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,387 other followers