Second phase

Akhirnya, adalah kata pertama yang tepat untuk posting ini. Karena akhir selalu berawal, berawal dari pertanyaan yang terbesit saat sudah kerja di tahun pertama. Pulang kerja begini-gini aja? Yakin ga mau cari kegiatan? (Situasi waktu itu msh jomblo, situasi sekarang tanya aja)

Spertinya pertanyaan itu muncul krn secara biologis tubuh saya terbiasa sibuk sampai malam, waktu kuliah S1, sya ikut kelas malam dan bekerja dari pagi sampai sore.

Nah bermula darisitu muncul beberapa ide untuk mengisi waktu, pertama cari tongkrongan, kedua nge-gym, ketiga mulai hobi bikin maket lg, keempat kuliah lagi..

Setiap opsi punya pros cons masing2, cari tongkrongan, bisa sih nongkrong, tp anak2 yg lain kan waktunya ga bisa selalu sama, punya jadwal masing2..
Nge-gym, pengen bakar lemak supaya body stabil, tapi biayanya lumayan, dan lagi saya gak suka olahraga indoor, ga ada udara segernya..
Bikin maket, hoby ini memang udah lama mangkrek, semenjak alat2nya (cutter,gunting,pencil,lem,kertas,carton) hilang dimainin keponakan, kalau mau mulai lg bisa sih, cuman resikonya bakalan di recokin lg sama keponakan..
Kuliah lg, opsinya susah ditolak, krn pertama dpt ilmu baru lg, kedua bisa dpt gelar lg, sya pilih opsi ini..

Mulailah cari2 info tentang S2, fyi di dunia kerja S2 itu udah cukup lumrah, mayoritas mereka bergelar MM atau MBA.. sya pikir buat apa masuk ke lautan yang sama (blue ocean strategy) sya harus tampil beda… terpikir untuk memperdalam wawasan tentang Supply Chain, dan yang kemungkinan membahas tentang supply chain ya magister teknik industri.. ya, saya pilih Magister Teknik Industri..

Lanjut lagi sourcing kampus2nya, mulai dari universitas negeri, swasta dan yg setengah negeri stengah swasta.. kurikulum di universitas negeri memang sangat menarik, tp biayanya pun luar biasa mahal (mahal relatif ya, tp menurut saya itu lumayan mahaal, bisa untuk DP rumah atau DP mobil) jika dibandingkan dengam beberapa kampus swasta.. btw di sini saya ga mau sebutin beberapa kampus itu, yang pasti saya pilin Trisakti, yes Universitas Trisakti-Kampus Reformasi..

Fasilitas kampusnya okelah, dosen2nya pernah jd praktisi, berpengalaman dan open minded, saya sukaa sekali ketika para doktor dan profesor itu mengajar, saya sepertj terpana mengikuti alur pemikiran mereka, yang menjelaskan lebih dalam mengenai mata kuliah saya di S1, tapi dengan bahasa yang ringan dan renyah untuk di ingat..

Setelah 2 semester berlalu, tibalah saya pada semester ketiga untuk mengerjakam tesis.. buat yang belum tau perbedaan skripsi, tesis dan disertasi, berikut saya coba sharing sedikit..
Skripsi: pemecahan masalah menggunakan metode atau model yang kita pelajari selama kuliah, lebih tepatnya penerapan, sehingga satu model/metode saja sudah cukup untuk menyelesaikan skripsi
Tesis: atau kata dosem saya berasal dari kata synthesis, yaitu penggabungan, ya penggabungan beberapa metode untuk menyelesaikan masalah, jika hanya menggunakan satu metode maka akan sama dengan skripsi.selain pengertian di atas, tesis juga berarti membentuk sebuah model yang sesuai untuk pemecahan masalah, model tersebut tidak harus menggunakan model yang baru, namun bisa menggunakan atau melanjutkan penelitian terdahulu yang diperoleh dari studi pustaka.
Disertasi: nah kalau ada yang tanya “mana pembaharuan di tesis kamu” jawab aja kalau mau bikin sesuatu yang baru, itu namanya disertasi, hhehhe..
Itulah sependek pengetahuan saya mngenai ketiga istilah ajaib skripsi, tesis dan disertasi..

Kembali kepada penelitia tesis saya yang selesai dalam waktu kurang dari 3 bulan, tentunya jd sebuah kebanggan krn itu berdampak pada lamanya wakth studi.. saya berhasil menyelesaikan studi magister teknik industri hanya dalam waktu 3 semester, senangnyaa, hhahaha

Akhirnya keilmuan yg saya pelajari, penelitian yang saya lakukan, semuanya sebanding dengan gelar baru di belakang nama saya,hhahha..

Ngomong2 soal gelar, kampus dan mencari pekerjaan setelah lulus S2, hmmm akan saya bahas di posting selanjutnya :)

A PROCESS ORIENTED-APPROACH TO BUSINESS NETWORKING

Artikel ini adalah rangkuman dari Jurnal :
“A Process-oriented Approach to Business Networking”

Author : Elgar Fleisch and Hubert Österle

Institute for Information Management at the University St. Gallen, CH-9000 St. Gallen, Switzerland

Elgar.Fleisch@unisg.ch, Hubert.Oesterle@unisg.ch
Source: http://www.virtual-organization.net

virtual organization

I.Lima Fase Komputerisasi dalam Jaringan Bisnis

Untuk dapat memahami jaringan bisnis dan tugas dari IT (teknologi informasi) dalam jaringan bisnis, kita perlu lebih dahulu mengetahui fase-fase “komputerisasi”.
• Fase I (1970-an): fungsi komputerisasi pulau tunggal adalah fungsi yang mengotomatisasikan fungsi bisnis dengan sebutan akun (accounts).
• Fase II (1980-an): komputerisasi di wilayah fungsional, seperti proses produksi, akuntansi, dan distribusi, tujuannya adalah menyatukan fungsi bisnin yang paling berpengaruh.
• Fase III (1990-an): pengembangan system Enterprise Resource Planning (ERP) memampukan perusahaan untuk membuat integrasi proses diantara beragam departemen.
• Fase IV (1990-an): secara bersamaan dengan implementasi system ERP, beberapa perusahaan berusaha untuk menyatukannya dengan pelanggan (customers) atau pemasok (suppliers). Secara instans, mereka ingin menggunakan sistem electronic data interchange (EDI) dalam rangka mengatasi secara efisien volume transaksi yang semakin besar.
• Fase V (1990-2005): dalam fase ini perusahaan menginginkan integrasi secara menyeluruh, dari pemasok sampai pelanggan, yang umumnya di sebut Supply Chain Management (SCM).

Read more of this post

STATISTIK- REGRESI BERGANDA

Good day everyone,

Sedikit sharing tentang statistic, semoga berguna :)Modul Regresi Berganda-Jesse-163130006

Lean Supply Chain

Lean Supply ChainPada dasarnya, supply chain terdiri dari banyak area dalam perusahaan. Secara umum yaitu Procurement (penyediaan barang/jasa), Manufacturing (proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi/setengah jadi), Warehousing (gudang penyimpanan barang jadi/setengah jadi), Transportation/Logistic (pengiriman barang jadi/setengah jadi ke pelanggan), adapun prinsip lean supply chain pada masing-masing proses adalah sebagai berikut :

1)      Procurement :

Saat ini banyak bisnis yang mengalami operasional pembelian yang kompleks. Perusahaan besar seringkali memiliki corporate purchasing ketimbang local purchasing. Hal tersebut dapat membawa pemasok memiliki berbagai kontrak bergantung pada lokasi. Perusahaan yang menerapkan lean supply chain management cenderung mengurangi jumlah purchasing sehingga pemasok hanya memiliki satu kontak, satu kontrak dan penawaran harga untuk seluruh lokasi. Bisnis memerlukan teknologi baru untuk memberikan perubahan pada proses pengadaan barang/jasa. Hal tersebut termasuk internet based purchasing, yang memungkinkan peminta barang/jasa memilih barang/jasa yang akan dibeli melalui katalog milik pemasok yang dilengkapi dengan kontrak harga.

Banyak perubahan/improvement yang dapat dilakukan di area procurement dan akan berdampak langsung  maupun tidak langsung dengan keuntungan perusahaan, berkurangnya pemborosan serta meningkatnya kinerja di seluruh area supply chain.

Read more of this post

Just In Time (JIT)

Just In Time Process

Just In Time Process

Teori konsep Just In Time (JIT) ditemukan oleh seorang berkebangsaan jepang bernama Taiichi Ohno dari perusahaan Toyota. Perhitungan serta kerja sama yang baik antara penyalur, pemasok dan bagian produksi haruslah baik. Keterlambatan akibat salah perhitungan atau kejadian lainnya dapat menghambat proses produksi sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.Konsep just in time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok/supplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang/penyimpanan barang/stocking cost.

JIT system juga kadang disebut Kanban. Kanban adalah bendera atau potongan kertas yang berisi informasi yang jelas untuk pemesanan material kebutuhan produksi. Bendera atau potongan kertas tersebut disebut kanban card, di sirkulasikan sistematis untuk mulai mengambil bahan mentah untuk keperluan produksi. Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,476 other followers