MEASURING PURCHASING PERFORMANCE

Buying

Buying

Written by Martin Murray, About.com Guide

Measuring purchasing performance is important as the purchasing department plays an ever increasingly important role in the supply chain in an economic downturn. A reduction in the cost of raw material and services can allow companies to competitively market the price of their finished goods in order to win business. An obvious performance measure of the success of any purchasing department is the amount of money saved by the company. However there are a number of performance measurements that businesses can use when they measure purchasing performance.

Purchasing Efficiency

Administrative costs are the basis for measuring purchasing efficiency. This performance measurement does not relate to the amount of purchased items that the department has procured. The measurement relates to how well the purchasing department is performing in the activities they are expected to perform against the budget that is in place for the department. If the purchasing costs are within the budget then the efficiency of the purchasing department will exceed expectations. If the department is using funds over and above the budget then the purchasing function is not efficient.
Read more of this post

Three Important Things in Procurement

Procurement

Procurement

 

Someone ask me during the interview session. What is three important things in Procurement, for you?

Saya sudah pernah memikirkan tentang hal ini, dan dengan mudah saya jawab: Proper, Faster, Better.

Proper. Proper berarti Tepat, Layak, Pantas, Wajar, Patut. Procurement adalah pekerjaan menjaga proses pengadaan. Kata kuncinya ada di Proses. kenapa Proses? karena jika procurement ditekankan pada negosiasi, pengadaan dan pembelian, maka hampir semua stakeholders/user di perusahaan bisa melakukannya bukan?. Pada beberapa departemen di perusahaan, mereka diperbolehkan melakukan pengadaan sendiri “by them self”, sehingga menurut mereka sebenarnya tidak perlu ada Procurement, kami bisa melakukan negosiasi, kami tahu spesifikasi detail, dan kami mengerti apa yang kami perlukan. Nah, diperlukannya Procurement adalah untuk mengelola proses tersebut agar berjalan Tepat, Patut dan Wajar, atau yang saya simpulkan dengan satu kata Proper.

 

Read more of this post

Second phase

Akhirnya, adalah kata pertama yang tepat untuk posting ini. Karena akhir selalu berawal, berawal dari pertanyaan yang terbesit saat sudah kerja di tahun pertama. Pulang kerja begini-gini aja? Yakin ga mau cari kegiatan? Spertinya pertanyaan itu muncul krn secara biologis tubuh saya terbiasa sibuk sampai malam, waktu kuliah S1, sya ikut kelas malam dan bekerja dari pagi sampai sore. Nah bermula darisitu muncul beberapa ide untuk mengisi waktu, pertama cari tongkrongan, kedua nge-gym, ketiga mulai hobi bikin maket lg, keempat kuliah lagi.. Setiap opsi punya pros cons masing2, cari tongkrongan, bisa sih nongkrong, tp anak2 yg lain kan waktunya ga bisa selalu sama, punya jadwal masing2.. Nge-gym, pengen bakar lemak supaya body stabil, tapi biayanya lumayan, dan lagi saya gak suka olahraga indoor, ga ada udara segernya.. Bikin maket, hoby ini memang udah lama mangkrek, semenjak alat2nya (cutter,gunting,pencil,lem,kertas,carton) hilang dimainin keponakan, kalau mau mulai lg bisa sih, cuman resikonya bakalan di recokin lg sama keponakan.. Kuliah lg, opsinya susah ditolak, krn pertama dpt ilmu baru lg, kedua bisa dpt gelar lg, sya pilih opsi ini.. Read more of this post

A PROCESS ORIENTED-APPROACH TO BUSINESS NETWORKING

Artikel ini adalah rangkuman dari Jurnal :
“A Process-oriented Approach to Business Networking”

Author : Elgar Fleisch and Hubert Österle

Institute for Information Management at the University St. Gallen, CH-9000 St. Gallen, Switzerland

Elgar.Fleisch@unisg.ch, Hubert.Oesterle@unisg.ch
Source: http://www.virtual-organization.net

virtual organization

I.Lima Fase Komputerisasi dalam Jaringan Bisnis

Untuk dapat memahami jaringan bisnis dan tugas dari IT (teknologi informasi) dalam jaringan bisnis, kita perlu lebih dahulu mengetahui fase-fase “komputerisasi”.
• Fase I (1970-an): fungsi komputerisasi pulau tunggal adalah fungsi yang mengotomatisasikan fungsi bisnis dengan sebutan akun (accounts).
• Fase II (1980-an): komputerisasi di wilayah fungsional, seperti proses produksi, akuntansi, dan distribusi, tujuannya adalah menyatukan fungsi bisnin yang paling berpengaruh.
• Fase III (1990-an): pengembangan system Enterprise Resource Planning (ERP) memampukan perusahaan untuk membuat integrasi proses diantara beragam departemen.
• Fase IV (1990-an): secara bersamaan dengan implementasi system ERP, beberapa perusahaan berusaha untuk menyatukannya dengan pelanggan (customers) atau pemasok (suppliers). Secara instans, mereka ingin menggunakan sistem electronic data interchange (EDI) dalam rangka mengatasi secara efisien volume transaksi yang semakin besar.
• Fase V (1990-2005): dalam fase ini perusahaan menginginkan integrasi secara menyeluruh, dari pemasok sampai pelanggan, yang umumnya di sebut Supply Chain Management (SCM).

Read more of this post

STATISTIK- REGRESI BERGANDA

Good day everyone,

Sedikit sharing tentang statistic, semoga berguna :)Modul Regresi Berganda-Jesse-163130006

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,542 other followers