STRUKTUR ORGANISASI

Suatu badan usaha melakukan kegiatan operasional berupa pemasaran, produksi, personalia, keuangan serta administrasi dan umum. Untuk tercapainya tujuan perusahaan. Dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan secara efektif dan efisien dilakukan pengolahan dan manajemen kegiatan operasional.
Dalam melakukan kegiatan operasional dan manajerial badan usaha menghadapi lingkungan yang terdiri dari ideologi, politik, hukum, ekonomi, teknologi, sosial budaya, dan hankam baik lokal, profensial, regional, maupun internasional.
Dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan kegiatan operasional dan manajerial serta menatap lingkungan dapatlah ditentukan berusaha serta hambatan badan usaha sekaligus diletakkannya tujuan badan-badan usaha. Selanjutnya digariskan strategi, kebijaksanaan dan taktik pencapaian tujuan. Semua ini dimasukan dalam perencanaan badan usaha, proses ini disebut proses perencanaan.
Segala strategi dan kebijaksanaan serta taktik perlu diwadahi dalam organisasi meliputi struktur, hubungan dan fungsi-fungsi.

Dalam prakteknya, organisasi meliputi pembentukan sturktur dan pengitegrasian agar manusia dapat bekerja atau bekerjasama didalam hubungan-hubungan yang saling tergantung satu sama lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa organisasi adalah :
1. Kegiatan yang berorientasi pada suatu tujuan, orang-orang dengan suatu tujuan.
2. Sistem sosial, orang-orang yang menggunakan pengetahuan dan teknik-teknik.
3. Integrasi dari suatu struktur kegiatan-keigiatan, orang-orang bekerjasama dalam suatu pola yang saling berhubungan.

“ Struktur Organisasi “ adalah suatu kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan antara fungsi-fungsi, bagian-bagian, posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.
Hal tersebut terdefinisi dikarenakan sturktur organisasi sebagai suatu mekanisme formal dimana sebuah organisasi dikelola. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi/desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.
Adapun faktor-faktor utama yang menentukan perancangan struktur organisasi adalah sbb:

1. Strategi organisasi
“struktur mengikuti strategi” strategi akan menjelaskan begaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat dapat disusun diantara para manager dan bawahannya. Aliran kerja sangat dipengaruhi strategi, sehingga bila strategi berubah, maka struktur organisasi juga berubah.

2. Ukuran organisasi.
Besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan kerjanya akan sangat mempengaruhi struktur organisasi. Semakin besar ukuran organisasi, struktur organisasi akan semakin kompleks dan harus dipilih bentuk struktur yang tepat.

Unsur-unsur struktur organisasi.
• Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian kerja) dan penyatuan tugas-tugas tersebut menjadi satuan-satuan kerja (desentralisasi).
• Standardisasi kegiatan, merupakan yang digunakan organisasi unutk menjamin terlaksananya kegiatan seperti yang direncanakan.
• Koordinasi kegiatan menunjukan prosedur-prosedur yang mengintegrasikan fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi.
• Sentralisasi dan desentralisasi menunjukan lokasi (letak) kekuasaan dalam hal pembuatan keputusan.
• Ukuran satuan kerja menunjukan jumlah karyawan dalam kelompok kerja.

STRUKTUR DAN ORGANISASI
Struktur adalah hubungan antara berbagai kegiatan yang berbeda yang dilakukan dalam organisasi. Terdiri atas dua bagian yaitu : struktur horizontal dan struktur vertikal.
Sedangkan untuk fungsinya terdiri dari tiga bagian yaitu : fungsi garis, fungsi staf dan fungsional. Untuk hubungan meliputi tanggungjawab, wewenang dan laporan.
Organisasi didefinisikan sebagai struktur formal hubungan kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain. Bila dilihat dari definisi diatas organisasi tergantung pada 4 hal yaitu :
1. Kekuasaan, baik secara demokratis maupun secara otoritas. Kekuasaan merupakan sumber pengorganisasian tertinggi.
2. Saling melayani merupakan legitimasi sosial pada organisasi.
3. Doktrin, yaitu merupakan rumusan tujuan organisasi.
4. Disiplin, perilaku dalam organisasi yang ditentukan oleh perintah atau pengendalian diri.

BENTUK-BENTUK ORGANISASI
1. Organisasi garis (lini)
Organisasi garis (lini) adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya berawal dari pimpinan tertinggi sampai kepada para kepala unit.
2. Organisasi staf
Pada bentuk ini terdapat satu atau lebih tenaga staf. Staf adalah orang yang ahli dalam bidang tertentu dan mempunyai tugas untuk memberi nasehat dan saran dalam bidangnya kepada pimpinan organisasi tersebut.
3. Organisasi fungsional
Dalam organisasi ini hanya terdapat sedikit sekali pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas, sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahannya – sepanjang masih ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
4. Organisasi staf dan fungsional
Merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi staf.

REFERENSI :

–          Organisasi perusahaan, Sukanto Reksohadiprojo

–          Dasar – dasar Manajemen, Drs M Manullang

–          Manajemen Sumber Daya Manusia, Gary Dessler

Sumber : bahan kuliah PLO STMI Kemmenperin RI

2 Responses to STRUKTUR ORGANISASI

  1. AGuNk says:

    sippp makasih,,
    saya mahasiswa teknik industri dari universitas trunojoyo madura,,
    salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: