4P Model of The Toyota Way

Berawal dari buku yg baru diberikan ke saya oleh seorang senior manager ditempat saya bekerja saat ini, The Toyota Way, memuat tentang model 4P yang menjadi dasar dari sebuah Tag yang kita sering dengar “THE TOYOTA WAY”.
Apa saja ke-P tersebut? berikut saya coba salin dari buku untuk saling berbagi kepada pembaca blog ini.

Philosophy
Di tingkat paling fundamental, para pemimpin Toyota melihat perusahaan sebagai sebuah sarana untuk memberi nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, komunitas dan juga karyawannya. Ini bukan omong kosong politik yang naif. Ini nyata. Ini dapat ditelusuri kembali pada diri pendiri perusahaan, Sakichi Toyoda, dan keinginannya untuk menemukan mesin pintal guna membuat hidup menjadi lebih mudah bagi para wanita di komunitas pedesaan tempat ia dibesarkan. Hal ini terus berlangsung ketika Sakichi meminta anaknya, Kichiro Toyoda, untuk memberikan kontribusinya sendiri kepada dunia dengan memulai sebuah perusahaan mobil. Hal ini berbekas pada diri semua pemimpin Toyota saat ini dan menjadi fondasi bagi semua prinsip lain.

Process
Para pemimpin Toyota belajar melalui bimbingan dan pengalaman bahwa jika mereka mengikuti proses yang benar, mereka akan memperoleh hasil yang benar. Investasi untuk perbaikan proses jangka panjang adalah hal yang sulit.

People and Partner
Berilah nilai tambah pada organisasi anda dengan memberi tantangan pada karyawan dan mitra anda untuk tumbuh. Toyota Production System (TPS) pernah disebut sebagi system “rasa hormat pada kemanusiaan”.
Kami seringkali berpikir menghormati orang berarti menciptakan suatu lingkungan yang bebas tekanan, yang menyediakan banyak fasilitas dan ramah pada karyawan. Namun, banyak dari alat TPS yang ditujukan untuk mengungkapkan masalah ke permukaan, menciptakan lingkungan yang menantang untuk memaksa orang berpikir dan tumbuh.
Berpikir, belajar, tumbuh dan diberi tantangan tidak selalu menyenangkan. Dan ini juga tidak berarti lingkungan Toyota selalu menyenangkan. Namun karyawan dan mitra Toyota, termasuk pemasok, tumbuh dan menjadi lebih baik serta lebih percaya diri.

Problem Solving
Pecahkan akar permasalahan secara terus-menerus untuk mendorong pembelajaran organisasional. Kita semua memecahkan masalah setiap hari, suka atau tidak. Pada umumnya, kita tidak menyukai karena sebenarnya masalah merupakan krisis.
Masalah yang sama muncul.kembali karena kita tidak menyelesaikannya sampai ke akar permasalahan dan tidak menempatkan tindakan pencegahan yang seharusnya. Selalu ada kesempatan untuk belajar, sehingga setidaknya masalah tersebut berkurang kemungkinannya untuk muncul kembali.

Sumber : “The Toyota Way Fieldbook” – Jeffrey K. Liker, David Meier

One Response to 4P Model of The Toyota Way

  1. yely says:

    Terima Kasih untuk postinganya. Sangat bermanfaat. Menurut saya dalam suatu perusaahan memang membutuhkan fundamental yang benar (Philosophy) sehingga dia dapat berevolusi dengan baik sesuai dengan tuntunan modernisasi tanpa kehilangan identitas awal dr suatu organisasi. Perusahaan saat ini dituntut untuk memberikan Nilai tambah berupa inovasi (kreatifitas) secara terus menerus mengingat ramainya pesaing yang dapat menawarkan keunikan tersendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: