Value Stream Mapping (VSM)

VSMValue Stream Mapping (VSM) adalah perangkat dari manajeman kualitas (quality management tools) yang dapat menyusun keadaan saat ini dari sebuah proses dengan cara membuka kesempatan untuk melakukan perbaikan dan mengurangi pemborosan. Secara umum, Value Stream Mapping berasal dari prinsip Lean. Prinsip dari teori Lean adalah mengurangi pemborosan, menurunkan persediaan (inventory) dan biaya operasional, memperbaiki kualitas produk, meningkatkan produktivitas dan memastikan kenyamanan saat bekerja (Womack et al, 1990).

Value Stream Mapping (VSM) dapat dibagi menjadi beberapa tahap, sebagai berikut :

1)      Mengidentifikasi kelompok dari Produk/Jasa.

2)      Membuat value stream dari keadaan saat ini untuk menentukan problem yang dihadapi dari sudut pandang Organisasi dan Pelanggan.

3)      Menentukan Pemetaan yang ideal untuk masa depan.

4)      Mengidentifikasi aksi perbaikan yang dibutuhkan untuk menutup celah antara keadaan saat ini dengan keadaan yang ideal untuk masa depan.

5)      Melakukan aksi perbaikan

6)      Membuat suatu pemetaan baru untuk memeriksa apakah masalah pada point 2 sudah dihilangkan.

Read more of this post

STMI, D4 dan Mencari Pekerjaan.

Barusan ada follower (@derryanwar) di twitter yang bertanya:
kalau Lulusan STMI prospeknya utk cari kerja gmna? trus lulusan D4 lanjutnya kemana?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas,ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut:
1. Apa tujuan kita kuliah? paksaan ortu,pilihan pribadi,ikut2an atau apa?
-dulu sih saya masuk STMI krn pilihan pribadi memutuskan utk harus kuliah,dan STMI adalah pilihan kedua setelah gagal di SMPB,waktu itu ambil di UNBRAW dan UNLAM-
Read more of this post

4P Model of The Toyota Way

Berawal dari buku yg baru diberikan ke saya oleh seorang senior manager ditempat saya bekerja saat ini, The Toyota Way, memuat tentang model 4P yang menjadi dasar dari sebuah Tag yang kita sering dengar “THE TOYOTA WAY”.
Apa saja ke-P tersebut? berikut saya coba salin dari buku untuk saling berbagi kepada pembaca blog ini.

Philosophy
Di tingkat paling fundamental, para pemimpin Toyota melihat perusahaan sebagai sebuah sarana untuk memberi nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, komunitas dan juga karyawannya. Ini bukan omong kosong politik yang naif. Ini nyata. Ini dapat ditelusuri kembali pada diri pendiri perusahaan, Sakichi Toyoda, dan keinginannya untuk menemukan mesin pintal guna membuat hidup menjadi lebih mudah bagi para wanita di komunitas pedesaan tempat ia dibesarkan. Hal ini terus berlangsung ketika Sakichi meminta anaknya, Kichiro Toyoda, untuk memberikan kontribusinya sendiri kepada dunia dengan memulai sebuah perusahaan mobil. Hal ini berbekas pada diri semua pemimpin Toyota saat ini dan menjadi fondasi bagi semua prinsip lain.
Read more of this post

PROSES YANG BENAR AKAN MENGHASILKAN HASIL YANG BENAR

“Process flow” berarti mengurangi, hingga menjadi nol, waktu yang terbuang di mana proyek kerja tidak berjalan, menunggu seseorang untuk mengerjakannya. Merancang ulang proses yang mengalir pada umumnya akan menghasilkan produk atau proyek yang diselesaikan dalam waktu sepersepuluh dari waktu sebelumnya.
Read more of this post

HISTORY OF PROCUREMENT

History

Prior to 1900, purchasing was recognized as an independent function by many railroad organizations, but not in most other industries.

Prior to World War I, purchasing was regarded as primarily clerical.

During World War I & II – The function increased due to the importance of obtaining raw materials, supplies, and services needed to keep the factories and mines operating.

1950s & 1960s – Purchasing continued to gain stature as the techniques for performing the function became more refined and as the number of trained professionals increased. The emphasis became more managerial. With introduction of major public bodies and intergovernmental organizations, such as United Nations, procurement becomes a well-recognized science.

1970s & 1980s – More emphasis was placed on purchasing strategy as the ability to obtain needed items from suppliers at realistic prices increased.

1983 – In September 1983, Harvard Business Review published a ground-breaking article by Peter Kraljic on purchasing strategy that is widely cited today as the beginning of the transformation of the function from “purchasing,” something that is viewed as highly tactical to procurement or supply management, something that is viewed as very strategic to the business.

1990s – Procurement starts to become more integrated into the overall corporate strategy and a broad-based transformation of the business function is ignited, fueled strongly by the development of supply management software solutions which help automate the source-to-settle process.

Read more of this post

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,476 other followers