Three Important Things in Procurement

Procurement

Procurement

 

Someone ask me during the interview session. What is three important things in Procurement, for you?

Saya sudah pernah memikirkan tentang hal ini, dan dengan mudah saya jawab: Proper, Faster, Better.

Proper. Proper berarti Tepat, Layak, Pantas, Wajar, Patut. Procurement adalah pekerjaan menjaga proses pengadaan. Kata kuncinya ada di Proses. kenapa Proses? karena jika procurement ditekankan pada negosiasi, pengadaan dan pembelian, maka hampir semua stakeholders/user di perusahaan bisa melakukannya bukan?. Pada beberapa departemen di perusahaan, mereka diperbolehkan melakukan pengadaan sendiri “by them self”, sehingga menurut mereka sebenarnya tidak perlu ada Procurement, kami bisa melakukan negosiasi, kami tahu spesifikasi detail, dan kami mengerti apa yang kami perlukan. Nah, diperlukannya Procurement adalah untuk mengelola proses tersebut agar berjalan Tepat, Patut dan Wajar, atau yang saya simpulkan dengan satu kata Proper.

 

Read more of this post

Advertisements

MK3 (faktor manusia)

Human Resources

 

Manusia sebagai tenaga kerja merupakan alat produksi yang paling tidak efisien, ditinjau dari aspek tenaga kerja, keluaran , tahanan fisik dan mental

Tenaga kerja yang dapat dikeluarkan oleh rata-rata pekerja pria normal berumur antara 25 dan 40 tahun hanya sebesar 0,2PK

Seorang karyawan tidak mampu dibebani lebih dari 30% dari tenaga maksimumnya selama 8 jam/hari.

Pembebanan berlebihan atau lingkungan yang kurang nyaman bagi manusia normal harus diimbangi oleh pengurangan jam kerja dan istirahat yang lebih lama untuk memulihkan tenaganya.

Untuk meningkatkan efisiensinya, manusia memerlukan alat dan perlengkapan :

ERGONOMI

                “Ilmu penyesuaian peralatan dan perlengkapan kerja dengan kemampuan esensial manusia, untuk memperoleh keluaran optimum”

Jika seluruh peralatan dan perlengkapan dijadikan subsisten dan seluruh atribut manusia (faal, psikologis, social, pandangan hidup), maka ERGONOMI bertujuan menciptakan suatu kombinasi paling serasi antara subsitem pertama dan kedua
Read more of this post

KONSEP PERANCANGAN FASILITAS KERJA

Perancangan tempat kerja pada dasarnya merupakan suatu aplikasi data antropometri, tetapi masih memerlukan dimensi fungsional yang tidak terdapat pada data statis. Dimensi-dimensi tersebut lebih baik diperoleh dengan cara pengukuran langsung dari pada data statis. Misalnya, gerakan menjangkau, mengambil sesuatu, mengoperasikan suatu alat adalah suatu hal yang sukar untuk didefinisikan. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomi dalam memerlukan interaksi manusia.

 Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal :

  1. Perancangan areal kerja (work station, interior mobil, dll).
  2. Perancangan peralatan kerja seperti mesin, tools, dsb.
  3. Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, meja komputer, closed duduk, dsb.
  4. Perancangan lingkungan kerja fisik.    

 
Dengan demikian  dapat disimpulkan bahwa data antropometri akan menentukan bentuk, ukuran dan dimensi yang tepat yang berkaitan dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan mengoperasikan atau menggunakan produk tesebut. Dalam kaitan ini maka perancang produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangannya tersebut. Secara umum sekurang-kurangnya 90%-95% dari populasi yang menjadi target dalam kelompok pemakai suatu produk haruslah mampu menggunakannya dengan selayaknya. Pada dasarnya perawatan kerja yang dibuat dengan mengambil referensi dimensi tubuh tertentu jarang sekali bisa mengakomodasikan seluruh range ukuran tubuh dari populasi yamg akan memakainya. Kemampuan penyesuaian (adjustability) Suatu produk merupakan satu prasyarat yang amat penting dalam proses perancangannya terutama untuk produk-produk yang berorientasi ekspor. Agar rancangan suatu produk nantinya bisa sesuai dengan ukuran tubuh manusia yang akan mengoperasikannya, maka prinsip-prinsip apa yang harus diambil didalam aplikasi data antropometri tersebut harus ditetapkan terlebih dahulu seperti diuraikan sebagai berikut :
Read more of this post

BENTUK PEMILIKAN PERUSAHAAN

BENTUK PEMILIKAN PERUSAHAAN

Beberapa factor yang harus di perhatikan dalam memilih bentuk perusahaan yang akan didirikan, antara lain :

  • Jumlah modal yang di miliki maupun yang diperlukan untuk memulai usaha.
  • Kemungkinan penambahan modal yang diperlukan.
  • Metode dan luasnya pengawasan terhadap perusahaan.
  • Rencana pembagian laba.
  • Rencana penentuan tanggung jawab.
  • Besar kecilnya resiko yang harus dihadapi.

 

Beberapa bentuk perusahaan yang akan dibahas di sini adalah :

1)      Usaha perseorangan

2)      Firma (Fa)

3)      Perseroan Komanditer (CV)

4)      Perseroan Terbatas (PT)

5)      Perseroan Terbatas Negara (Persero)

6)      Perusahaan Daerah (PD)

7)      Perusahaan Negara Umum (PERUM)

8)      Perusahaan Negara Jawatan (PERJAN)

9)      Koperasi

10)  Yayasan.

  • § Usaha Perseorangan

 

Usaha perseorangan merupakan salah satu bentuk yang banyak sekali dipakai di Indonesia. Bentuk ini biasanya dipakai untuk kegiatan usaha yang kecil, atau pada saat permulaan mengadakan kegiatan usaha. Usaha perseorangan ini dimiliki oleh seseorang, dan ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. Walaupun jumlah perusahaan yang ada relatife banyak, tetapi volume penjualan relatife kecil. Di samping itu tidak diperlukan ijin untuk pendiriannya.
Read more of this post

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA (AKTK)

sumber gambar : wikiberita.net/sebutan-tki-diganti-tenaga-kerja-luar-negeri.html

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA

A. PENDAHULUAN

Perhitungan jumlah karyawan suatu perusahaan akan lebih efisien apabila dalam perusahaan sudah terdapat suatu struktur organisasi yang akan menunjukkan kebutuhan jumlah karyawan / tenaga kerja yang akan menjalankan produksi.

Manusia adalah sumber daya yang sangat berperan dalam suatu perusahaan, karena yang menentukan mantap tidaknya atau maju mundurnya suatu perusahaan dipengaruhi oleh keadaan manusia didalamnya.

Namun dalam kenyataannya tidak mungkin setiap organisasi orang-orangnya memiliki kemampuan yang sama. Maka hal ini menimbulkan perbedaan jabatan dalam suatu perusahaan. Sehubungan dengan kebutuhan dan tempat yang ada sangat dibatasi.

Setiap perusahaan yang menjalani produktivitas memerlukan para pekerja/karyawan yang terampil di bidangnya dan membutuhkan jumlah pekerja atau karyawan yang sesuai. Jumlah karyawan akan menentukan tingkat koefisien dari waktu, ruang, dan dana. Sehingga dalam menentukan jumlah tenaga kerja/karyawan yang ideal perlu di perhitungkan/di perhatikan hal – hal tersebut di atas.

Read more of this post