Three Important Things in Procurement

Procurement

Procurement

 

Someone ask me during the interview session. What is three important things in Procurement, for you?

Saya sudah pernah memikirkan tentang hal ini, dan dengan mudah saya jawab: Proper, Faster, Better.

Proper. Proper berarti Tepat, Layak, Pantas, Wajar, Patut. Procurement adalah pekerjaan menjaga proses pengadaan. Kata kuncinya ada di Proses. kenapa Proses? karena jika procurement ditekankan pada negosiasi, pengadaan dan pembelian, maka hampir semua stakeholders/user di perusahaan bisa melakukannya bukan?. Pada beberapa departemen di perusahaan, mereka diperbolehkan melakukan pengadaan sendiri “by them self”, sehingga menurut mereka sebenarnya tidak perlu ada Procurement, kami bisa melakukan negosiasi, kami tahu spesifikasi detail, dan kami mengerti apa yang kami perlukan. Nah, diperlukannya Procurement adalah untuk mengelola proses tersebut agar berjalan Tepat, Patut dan Wajar, atau yang saya simpulkan dengan satu kata Proper.

 

Read more of this post

Advertisements

ANALISA KEBUTUHAN LUAS LANTAI (AKLL)

I.             PENGERTIAN

Luas Lantai

Satu tahapan yang juga dilakukan guna keperluan perencanaan pabrik adalah perhitungan kebutuhan luas lantai. Adapun pengertian luas lantai adalah perhitungan luas lantai yang akan dipergunakan untuk menentukan luas lantai kantor dan pabrik.

 

Kebutuhan luas lantai ini di bagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

 

  1. luas lantai produksi

contoh : Fabrikasi, Assembling,dll

  1. luas lantai Receiving
  2. luas lantai Storage

contoh : storage bahan baku

  1. luas lantai Warehouse
  2. luas lantai Shipping
  3. luas lantai pelayanan produksi

contoh : ruang Supervisor, power house, dll

 

Read more of this post

MK3 (faktor manusia)

Human Resources

 

Manusia sebagai tenaga kerja merupakan alat produksi yang paling tidak efisien, ditinjau dari aspek tenaga kerja, keluaran , tahanan fisik dan mental

Tenaga kerja yang dapat dikeluarkan oleh rata-rata pekerja pria normal berumur antara 25 dan 40 tahun hanya sebesar 0,2PK

Seorang karyawan tidak mampu dibebani lebih dari 30% dari tenaga maksimumnya selama 8 jam/hari.

Pembebanan berlebihan atau lingkungan yang kurang nyaman bagi manusia normal harus diimbangi oleh pengurangan jam kerja dan istirahat yang lebih lama untuk memulihkan tenaganya.

Untuk meningkatkan efisiensinya, manusia memerlukan alat dan perlengkapan :

ERGONOMI

                “Ilmu penyesuaian peralatan dan perlengkapan kerja dengan kemampuan esensial manusia, untuk memperoleh keluaran optimum”

Jika seluruh peralatan dan perlengkapan dijadikan subsisten dan seluruh atribut manusia (faal, psikologis, social, pandangan hidup), maka ERGONOMI bertujuan menciptakan suatu kombinasi paling serasi antara subsitem pertama dan kedua
Read more of this post

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA (AKTK)

sumber gambar : wikiberita.net/sebutan-tki-diganti-tenaga-kerja-luar-negeri.html

ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA

A. PENDAHULUAN

Perhitungan jumlah karyawan suatu perusahaan akan lebih efisien apabila dalam perusahaan sudah terdapat suatu struktur organisasi yang akan menunjukkan kebutuhan jumlah karyawan / tenaga kerja yang akan menjalankan produksi.

Manusia adalah sumber daya yang sangat berperan dalam suatu perusahaan, karena yang menentukan mantap tidaknya atau maju mundurnya suatu perusahaan dipengaruhi oleh keadaan manusia didalamnya.

Namun dalam kenyataannya tidak mungkin setiap organisasi orang-orangnya memiliki kemampuan yang sama. Maka hal ini menimbulkan perbedaan jabatan dalam suatu perusahaan. Sehubungan dengan kebutuhan dan tempat yang ada sangat dibatasi.

Setiap perusahaan yang menjalani produktivitas memerlukan para pekerja/karyawan yang terampil di bidangnya dan membutuhkan jumlah pekerja atau karyawan yang sesuai. Jumlah karyawan akan menentukan tingkat koefisien dari waktu, ruang, dan dana. Sehingga dalam menentukan jumlah tenaga kerja/karyawan yang ideal perlu di perhitungkan/di perhatikan hal – hal tersebut di atas.

Read more of this post

METODOLOGI PENELITIAN

 

Jika seorang berbicara tentang cara seorang peneliti melakukan percobaan lapangan, dimana dalam menentukan plot di lapangan, ia pertama-tama membagi daerah dalam 4 (empat) buah blok. Kemudian blok-blok tersebut dibagi 4 (empat). Diteruskan dengan memberikan perlakuan pada masing-masing blok tersebut, dan seterusnya. Maka yang dibicarakan di sini adalah Prosedur Penelitian. Jika kita membicarakan bagaimana secara berurut suatu penelitian dilakukan yaitu dengan alat apa dan prosedur bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang dibicarakan adalah Metode Penelitian.

 

Berikut ini beberapa prinsip metodologi dari Titin Supenti dalam Sukses Membuat Proposal .

Prinsip Metodologi

Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri Ilmiah. Metodologi juga dapat dipandang sebagai bagian dari logika yang mengkaji kaidah penalaran yang tepat. Jika kita membicarakan metodologi maka hal yang tak kalah pentingnya adalah asumsi-asumsi yang melatarbelakangi berbagai metode yang dipergunakan dalam aktivitas ilmiah. Asumsi-asumsi yang dimaksud adalah pendirian atau sikap yang akan dikembangkan para ilmuwan maupun peneliti di dalam kegiatan ilmiah mereka.

Beberapa prinsip metodologi oleh beberapa ahli, diantaranya:

 

Read more of this post